Kepala DPMD Kutim: Jumlah Penduduk Pengaruhi Besaran ADD Desa

Kepala DPMD Kutim: Jumlah Penduduk Pengaruhi Besaran ADD Desa

kukarnews.id, KUTAI TIMUR - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Timur (Kutim), Muhammad Basuni, menegaskan bahwa jumlah penduduk menjadi salah satu faktor paling menentukan dalam penetapan besaran Anggaran Dana Desa (ADD) setiap tahun. Penjelasan tersebut ia sampaikan belum lama ini saat membahas mekanisme pengalokasian anggaran untuk desa-desa di Kutim.

 

Menurut Basuni, perhitungan ADD tidak bisa disamaratakan karena setiap desa memiliki karakteristik, kebutuhan, dan kapasitas yang berbeda. Meski terdapat sejumlah indikator dalam formula perhitungan, jumlah penduduk tetap menjadi variabel yang memberikan pengaruh paling besar. Semakin banyak penduduk di suatu desa, semakin besar pula kebutuhan pelayanan dasar dan pembangunan yang harus dipenuhi, sehingga alokasi anggarannya pun lebih besar.

 

Ia mencontohkan Desa Sangatta Utara yang mendapatkan porsi anggaran lebih tinggi dibanding desa lain karena jumlah penduduknya jauh lebih besar. Kondisi tersebut membuat desa dengan populasi padat membutuhkan dukungan anggaran yang lebih besar untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal.

 

Namun Basuni mengingatkan bahwa besarnya anggaran tidak otomatis membuat pengelolaan menjadi lebih mudah. Justru desa dengan anggaran besar dituntut memiliki tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Pengelolaan anggaran yang besar harus diimbangi dengan kemampuan administrasi, perencanaan, dan pelaporan yang baik agar program pembangunan dapat berjalan efektif.

 

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur desa. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia di tingkat desa sangat menentukan keberhasilan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Tanpa aparatur yang kompeten, anggaran besar sekalipun tidak akan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.

 

“Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh besar kecilnya anggaran, tetapi juga oleh kemampuan aparatur dalam mengelola dan memanfaatkannya secara tepat,” tutup Basuni. (adv/dkomkutim/kn7/rhi)