20 WBP Lapas Perempuan Akan Terima Pelatihan Tata Boga

20 WBP Lapas Perempuan Akan Terima Pelatihan Tata Boga

kukarnews.id, TENGGARONG - Sebanyak 20 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Tenggarong akan mengikuti program pelatihan pembinaan kemandirian bidang manufaktur yakni tata boga. Jalannya program ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (Mou) atau Nota Kesepahaman bersama Lembaga Pelatihan Bogasari Baking Center Samarinda, Rabu (23/6/2021) pukul 09.00 WITA.

Manager Pemasaran Bogasari Baking Center Samarinda Sayoko Prasetyo berharap program ini bisa dimanfaatkan secara baik oleh para WBP untuk pengembangan diri. Pria yang merupakan chef ini juga menerangkan selama kegiatan ini berjalan akan dilakukan pendampingan hingga WBP mampu, dan akan mengevaluasi seluruh hasil dari para peserta yang mendapatkan hasil kurang baik agar menjadi lebih baik.

"Diharapkan peserta dapat mengikuti dengan serius tetapi juga santai, dan nanti kami akan mengevaluasi kembali peserta," katanya.

Sementara itu Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Tenggarong Sri Astiana yang membuka secara resmi program ini menjelaskan ada 20 WBP yang terpilih untuk mengikuti pelatihan kemandirian bidang manufaktur tata boga. Para peserta merupakan hasil seleksi dan assesment dari pihak lapas. 

"20 WBP yang mengikuti kegiatan merupakan hasil assement, diharapkan dapat terus berjalan dibawah bimbingan kegiatan kerja dan dapat diindustrikan," harap Kalapas.

Kegiatan pelatihan akan dilaksanakan selama 5 hari sejak tanggal 23 hingga 29 Juni 2021 (libur ditanggal 28 Juni 2021,red). Dengan waktu pelatihan pembekalan materi selama 3 jam  dan dilanjutkan praktek dan evaluasi oleh instruktur. Setelah 5 hari tersebut, pelatihan akan dilakukan selama 1 hari dalam setiap bulannya hingga bulan November 2021 sebagai pendampingan dan evaluasi pelatihan sebelumnya. 

Program pelatihan nantinya akan ditutup dengan pelaksanaan uji kompetensi berupa ujian tertulis dan ujian praktek. Dari kegiatan program pelatihan ini para peserta juga akan menerima sertifikat dari lembaga pelatihan Bogasari Baking Center Samarinda.

Selama pelaksanaan pelatihan nantinya akan dilakukan sesuai protokol kesehatan. Instruktur yang akan hadir juga terbatas yakni hanya sebanyak 2 orang. Sebelum pelaksanaan pelatihan, instruktur dan 20 WBP akan dilakukan pengecekan suhu tubuh, menjaga kebersihan tangan, dan saat praktek tetap menjaga jarak dan menggunakan masker. 

Kalapas Perempuan juga berharap program ini bisa bermanfaat saat WBP berada di dalam lapas untuk bisa berbagi ilmu bersama teman lainnya serta untuk modal keahlian dalam membuka peluang usaha pasca WBP bebas usai menjalani hukuman. Dari kemampuan yang ditularkan tersebut diharapkan kedepan lapas bisa mendirikan toko kue, hasil olahan para WBP yang dijual kepada masyarakat luar.

"Semoga menjadi peluang ekonomi bagi WBP untuk perbaikan perekonomian keluarga dan tidak kembali terjerumus kasus pidana lagi," tutupnya. (kn1)