Tugboat Pembawa Batu Bara Tabrak Jembatan Martadipura

Tugboat Pembawa Batu Bara Tabrak Jembatan Martadipura

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Jembatan Martadipura kembali ditabrak oleh gunungan batu bara yang diangkut kapal ponton. Masing-masing pada Rabu (2/2/2022) dan Kamis (3/2/2022). Sebelumnya juga terjadi hal serupa pada Minggu (30/1/2022) lalu.


Tabrakan pada Kamis (3/2/2022) menjadi yang paling parah. Kejadian yang terjadi sekitar pukul 10.00 WITA, bukan hanya gunungan batu bara saja, tetapi bagian atas kapal tugboat ikut menghantam bagian jembatan hingga mengeluarkan suara keras. Hingga menyebabkan salah satu pagar jembatan terlihat bengkok.


Setelah mendapatkan laporan warga, Kepala Desa (Kades) Liang, Rodiani, langsung menuju lokasi. Melihat kondisi struktur jembatan. Terlihat pagar jembatan bengkok dan tumpukan batu bara yang tersangkut saat ponton melalui bagian bawah jembatan.


"Untuk badan jalan masih aman," dipastikan Rodiani.


Berdasarkan laporan warga, kapal tugboat yang menghantam tetap melakukan pelayarannya. Meski mengetahui bagian kapalnya terhantam. Maka dari itu, dirinya menginginkan Pemkab Kukar bisa segera mengambil sikap, seperti manggil pihak perusahaan yang kini ia kantongi identitasnya.


Dikonfirmasi melalui telepon, Kadishub Kukar, Ahmad Junaedi akan mengambil langkah pelaporan kepada KSOP Kelas II Samarinda. Memastikan bagaimana penanganan terkait insiden penabrakan Jembatan Martadipura. Karena kewenangan terkait pengawasan dan keselamatan pelayaran berada disana.


"Juga akan mendatangi KSOP, untuk memperjelas SOP penanganan seperti ini," tegas Junaedi.


Ia pun memastikan, langkah tegas juga diambil. Memastikan pihak perusahaan bisa mempertanggungjawabkan kerusakan yang ditimbulkan akibat tabrakan tersebut.


Hal serupa disampaikan Kabid Bina Marga Dinas PU Kukar, Restu Irawan. Menyarankan agar aktivitas pelayaran di bawah jembatan bisa ditangguhkan sementara. Meski diketahui jika Jembatan Martadipura baru saja menyelesaikan tahapan perawatan dan uji beban pada minggu lalu.


"Kaget juga jembatan ditabrak sama menara tugboat," jelas Restu.


Kondisi air pun tidak ditampik oleh Restu menjadi salah satu faktor. Bagaimana memperdekat antara badan jembatan dengan gunungan batu bara. Sehingga diharapkannya perusahaan bisa lebih elok agar mengurangi ketinggian gunungan. Sehingga tidak lagi terjadi hal serupa. (kn3/rhi)