Stunting Cepat Menurun Sejak Pemkab Kukar Bentuk KP2S

Stunting Cepat Menurun Sejak Pemkab Kukar Bentuk KP2S

kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Angka Stunting di wilayah kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) secara cepat menurun setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar  membentuk tim Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting (KP2S). Tim terbentuk sejak tahun 2019 lalu dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono. Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati nomor 301/SK-BUP/HK/2019.


Tim ini dibentuk untuk merealisasikan target Pemkab dalam menurunkan angka stunting di Kukar. Kukar sendiri targetkan angka stunting turun menjadi 16 persen tahun 2021 ini. 


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Martina Yulianti mengatakan, terdapat beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam tim KP2S. “Macam-macam OPD-nya, mulai dari Bappeda, Dinkes, DPMD, Diskominfo, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas KB, DPPPA, dan lainnya,” terangnya. 


OPD yang tergabung ini memiliki program untuk pemenuhan layanan dasar, disesuaikan dengan kebutuhan sasaran. Yakni 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bagi anak yang baru lahir. 


Selain itun saat ini fokus penanganan menyasar kepada remaja putri. Sebab saat nanti menikah dan memasuki masa kehamilan, kesehatannya tentu harus diperhatikan, jangan sampai kekurangan zat besi. 


“Dia harus sehat, jangan sampai saat remaja dia kekurangan zat besi. Kalau kurang zat besi, dia bakal anemia saat hamil,” jelasnya.


Seorang wanita yang tengah mengandung memerlukan zat besi ekstra. Sang bayi yang ada dalam kandungan tidak akan mendapatkan tambahan, jika ibunya hanya mengkonsumsi zat besi melalui minuman tablet saja. Remaja putri harus diajarkan sejak dini akan pemenuhan gizi mereka. Agar saat hamil nanti semuanya telah terpenuhi dan tidak khawatir dengan kandungannya.


Jika demikian, anak yang tengah dikandung dapat kekurangan gizi. “Anaknya nanti enggak kebagian, nanti anaknya kekurangan gizi,” tambahnya. (adv/dkom/kn1)