Puskesmas Sungai Merdeka Intevensi Anak yang Teridentifikasi Stunting
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Sejumlah langkah dilakukan oleh oleh pihak Puskesmas Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam penanganan stunting di wilayah mereka. Permasalahan gizi juga memang terjadi di wilayah ini menyasar pada usia tumbuh kembang anak. Langkah ini juga sejalan dengan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kukar dalam penanganan stunting.
Masriansyah, kepala UPTD Puskesmas Sungai Merdeka menyebut dukungan Pemkab Kukar juga terus mengalir, dan belum lama ini dibangunkan Puskemas Pembantu Amborawang Darat. Fasilitas kesehatan ini dibangun diatas tanah wakaf dari RT setempat.
“Tanah tempat berdirinya bangunan ini merupakan wakaf dari RT setempat seluas 300 meter persegi,Gedung Pusban ini dibangun dengan anggaran dari APBD Kukar, dan kami harap kehadirannya bisa menjadi titik terang bagi masyarakat di Samboja Barat,” ucapnya.
Bukan hanya soal bangunan fisik, Masriansyah menjelaskan bahwa penanganan intervensi yang dilakukan adalah bagian dari perjuangan panjang melawan stunting, sebuah permasalahan yang mempengaruhi pertumbuhan fisik dan mental anak-anak di daerah tersebut.
"Hari ini kami memeriksa 50 anak, tetapi sejauh ini sudah ada 107 anak di Samboja Barat yang mendapat aksi intervensi stunting. Dari total 256 anak yang teridentifikasi stunting, kita masih harus menangani sisanya bulan depan," terangnya.
Pemberian Makanan Tambahan atau PMT juga menjadi bagian tak terpisahkan dari program ini. Masriansyah menyebut bahwa peran CSR perusahaan juga berperan dalam program intervensi penanganan stunting ini.
“Hari ini kami memberikan PMT kepada 22 anak, sementara 38 anak di Pusban Margo Mulyo dan Kantor Kecamatan Samboja Barat juga mendapatkan bantuan serupa melalui dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan CSR perusahaan. Kami berharap program ini terus berlanjut dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (adv/diskominfokukar/stg/kn1/rhi)
adminKN