Permudah Pertumbuhan Ekonomi Tiga Kabupaten, Pemkab Kukar Prioritaskan Pembangunan Jembatan Sebulu

Permudah Pertumbuhan Ekonomi Tiga Kabupaten, Pemkab Kukar Prioritaskan Pembangunan Jembatan Sebulu
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) akan melakukan pembangunan jembatan penyeberangan di Kecamatan Sebulu. Jembatan ini dibangun sebagai jalur antar tiga Kabupaten yang akan mempermudah pertumbuhan ekonomi daerah.

Kecamatan Sebulu menjadi prioritas pembangunan jembatan oleh Pemkab Kukar sebagai jalur alternatif lebih cepat menuju Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Kutai Barat (Kubar). Sehubungan juga dengan Ibu Kota Negara (IKN), keputusan pembangunan ini nantinya akan berdampak dalam perputaran roda ekonomi daerah dan rakyat.

Camat Sebulu Edy Fahruddin menyambut baik pembangunan ini. Apalagi, jembatan yang telah direncanakan pembangunannya sejak 2012 silam ini termasuk kategori proyek nasional. Oleh karena itu, pembangunannya akan mendapat bantuan penganggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

“Dari informasi yang didapatkan, tahap pertamanya Rp 400 miliar lebih, dengan tahapan kedua bentangan jembatan Rp 800 miliar. Jadi Rp 1 triliun lebih, dan ini proses pembangunan sudah dikaji urgensi dan analisis dampaknya oleh Dinas PU Kukar," ujar Edy kepada awak media tidak lama ini.

Bagi Edy, dari segi ekonomi pembangunan jembatan ini akan memberdayakan masyarakat Sebulu. Efek ekonomi setelah terbangun jembatan tersebut akan dirasakan bagi pedagang-pedagang yang berada di sekitar lokasi, bahkan bakal besar kemungkinan areal tersebut menjadi wilayah pergudangan.

Mendengar respon masyarakat sekitar, Edy menyebut mereka sangat menantikan hal ini. Apalagi, sedari awal direncanakan satu dekade yang lalu jembatan ini dapat menjadi ikon kecamatan.

“Kecamatan Sebulu memang telah ditetapkan sebagai pilihan dari tiga lokasi yang direncanakan Pemkab Kukar. Dan itu juga melalui macam-macam metode seperti jika melewati jembatan harus bayar," terangnya.

Sejak dahulu sampai saat ini, transportasi utama masyarakat agar dapat mencapai Sebulu hanyalah melalui transportasi air. Itupun menggunakan kapal penyeberangan feri yang dikelola warga sekitar, dan mereka semua bermatapencaharian utamanya pada jembatan ini.

"Untuk rencana ini, mau tidak mau mereka akan bergeser ke desa lain yang memerlukan penyeberangan juga. Saat ini dajw penyeberangan yang beragam, mulai dari roda empat Rp 15-20 ribu dan roda dua Rp 5 ribu. Tapi luar biasa perputarannya mungkin sehari bisa dihitung dari keluar masuk di Kecamatan Sebulu banyak yang lewat lintasnya. Semoga jembatan ini akan mempermudah," tutup Edy. (adv/dkom/kn1/rhi)