Ketua DPRD Kukar Sidak Jembatan Marangkayu

Belum Setahun Digunakan Kondisi Jalan Sudah Retak dan Berlubang

Ketua DPRD Kukar Sidak Jembatan Marangkayu

kukarnews.id, MARANGKAYU - Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Abdul Rasid melakukan sidak jembatan yang berada di Kecamatan Marangkayu. Sidak ini setelah mendapat laporan dari masyarakat yang kondisi jembatan penghubung Desa Santan Tengah-Santan Ilir itu cukup mengkhawatirkan saat dilintasi.


Untuk diketahui, jembagan itu dibangun pada tahun 2019, dan selesai pada bulan Maret 2021 lalu. Dengan menelan anggaran Rp 14,7 miliar, namun penggunaan jembatan itu sendiri baru terhitung bulan saja, lantaran badan jalan sudah retak dan berlubang. 


Tak hanya anggota dewan saja, sidak itu juga dihadiri perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Camat Marangkayu, Kades dan masyarakat. 


“Kunjungan kami kali ini dalam rangka menindaklanjuti laporan masyarakat berkaitan adanya pembangunan proyek di Marangkayu yang memang tidak sesuai dengan speknya,” ujar Rasid, Senin (6/9/2021). 


Dirinya melihat secara langsung kondisi jembatan yang juga menjadi jalan pintasan menuju Kota Bontang tersebut ada badan jalan yang retak dan berlubang, sehingga membuat kendaraan tidak bisa melintas. Karena hanya ada satu jalur saja yang bisa dilewati. 


Rasid mengatakan, saat kendaraan roda empat melintas, getaran di badan jalan terasa dengan jelas. Hal itu lah yang dikhawatirkannya, ia juga menyayangkan proyek dengan anggaran besar itu sangat jauh dari spesifikasi yang diharapkan. “Sangat mengkhawatirkanlah jembatan yang besar anggarannya seperti ini tapi kualitas pekerjaannya tidak sesuai yang diharapkan,” ungkapnya. 


Dirinya juga melihat ada kerangka besi yang tidak sesuai dengan standar, jarak antar kerangka besi terlihat jarang. Bahkan, ada sejumlah besi-besi tambahan yang menjulang ke atas, yang tidak diketahui apa fungsinya. 


Dirinya menegaskan pekerjaan seperti ini tidak terulang lagi kedepannya. Diharapkan, semua pembangunan di Kukar bisa berkualitas dan harus sesuai dengan spesifikasi, dengan tingkat keamanan yang terjamin. “Karena ini kan untuk fasilitas umum kalau terjadi apa-apa dengan jembatan ini kan masyarakat yang dirugikan,” tutupnya. (adv/dprd/kn1)