DPRD Kukar Gelar Rakor Bersama PLN UP3 Balikpapan Dorong Penerangan Desa
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA – Komisi II , III dan IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan rapat koordinasi kerja bersama PLN UP3 Balikpapan untuk membahas program Terang Desaku yang rencananya akan berjalan mulai bulan Oktober mendatang.
Hal ini mengingat karena beberapa wilayah di Kabupaten Kukar masih banyak desa yang belum teraliri listrik hingga saat ini. Khususnya wilayah yang masuk dalam kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ketua Komisi II DPRD Kukar, Sopan Sopian mengungkapkan, pihaknya meminta kepada PLN agar segera menerangi beberapa wilayah yang masuk dalam lokasi IKN. Diketahui bersama, saat ini untuk wilayah Kecamatan Samboja dan Muara Jawa masih terdapat beberapa lokasi yang belum teraliri listrik secara maksimal.
“Itu kan termasuk dalam kawasan IKN. Saat ini mereka sudah menjelaskan, sekarang PLN sudah berupaya semaksimal mungkin agar kawasan – kawasan di wilayah IKN itu masyarakat nya tidak ada yang tidak teraliri listrik. Jadi memaksimalkan 100% di terangi, ” ucap Sopian.
Selanjutnya, Sopan mengatakan, PLN sudah menyusun rancangan kerja hingga tahun 2024. Artinya seluruh desa yang belum teraliri listrik di Kukar secara bertahap akan segera teraliri listrik melalui jaringan terdekat di wilayah masing-masing.
“Misalnya gardu induk Kota Bangun dekat dengan desa yang belum teraliri listrik itu nantinya akan disambungkan, sampai pada daerah terpencil misalnya dilingkup wilayah RT apabila belum teraliri listrik,” terang Sopian.
Dan ini merupakan program penting bagi PLN itu sendiri, harus ada penerangan walaupun itu wilayahnya tidak bisa terjangkau oleh PLN mereka harus berusaha bagaimana caranya itu bisa terjangkau dan direalisasikan. Terutama untuk perluasan wilayah jaringannya.
PLN berencana apabila desa tersebut jauh dari jangkauan gardu induk, pihaknya akan berencana akan menerapkan program listrik komunal bagi desa tersebut seperti di Desa Muara Enggelam. Hal ini pun jadi pertanyaan bagi Sopan Sopian, ia menyebutkan, bahwa untuk penerapan listrik komunal itu tidak efisien. Karena diketahui kekuatan listrik yang bergantung pada cahaya matahari itu tidak maksimal.
“Kalau pakai listrik komunal itu saya kira kurang maksimal untuk dimanfaatkan, karena untuk kebutuhan masyarakat itu sangat susah, daya listrik rendah untuk menghidupkan kulkas saja saya kira itu tidak cukup,”lanjutnya.
Dirinya berharap agar segera dipasangkan sebuah tower penghubung, kemudian disambungkan ke wilayah yang sudah teraliri listrik. Dirinya menilai ini mungkin saja terjadi apabila ada tower itu.
Kemudian, ia mengatakan, di bulan Oktober kemungkinan sudah bisa direalisasikan fokus pertama yaitu Desa Sebelimbingan, Teluk Muda dan Tuana Tuha. Itu akan terkoneksi dengan jaringan listrik, saat ini masih ada beberapa desa yang bergantung dengan perusahaan Rea Kaltim namun nantinya akan dibuatkan pembangkit listrik induk yang akan difokuskan di daerah Kahala.
“Agar tidak bergantung pada Rea Kaltim, karena mereka ini kadang- kadang seenaknya saja karena mereka yang punya. Jadi mereka lakukan pemadaman untuk memenuhi kapasitas areal perusahaan mereka aja. Kita juga tidak bisa marah karena yang punya itu mereka,” tutupnya. (adv/dprdkukar/kn1/rhi)
admin