Bupati Kukar: Camat dan Kades/lurah Harus Pastikan Gerakan Intervensi Gizi Spesifik Jalan Optimal
kukarnews.id, KUTAI KARTANEGARA - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menginstruksikan camat dan kades/lurah bisa memastikan gerakan Intervensi Gizi Spesifik berjalan baik di wilayahnya masing-masing.
Intervensi Gizi Spesifik merupakan gerakan pemberian makanan tambahan bergizi kepada anak-anak yang berpotensi stunting selama dua bulan penuh. Nantinya, makanan tambahan dimasak oleh ibu-ibu PKK desa/kelurahan, kemudian diantar ke rumah penderita stunting.
Edi mau, gerakan pemberian makanan tambahan bisa dilaksanakan dengan optimal dan lancar. Untuk itu, dia meminta perhatian pihak-pihak yang bertanggung jawab di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan untuk memahami perannya.
Camat dan kades/lurah melakukan pengontrolan di wilayah masing-masing, memastikan makanan yang dimasak dimakan sampai habis.
“Pastikan yang dimasak itu dimakan, saya minta perhatiannya. Saya yang bertanggung jawab di tingkat kabupaten. Jadi tolong camat, kades/lurah juga gerak jalankan tugas,” sebutnya, Rabu (10/7/2024).
Gerakan ini dilakukan Pemkab Kukar untuk melakukan penanganan pada balita dengan permasalahan gizi. Gizi buruk dapat berakibat stunting, tak hanya pada tubuh secara fisik, tapi juga kecerdasan.
Pengentasan stunting yang menjadi isu nasional juga turut ditangani hingga daerah. Kabupaten Kukar menarget angka stunting pada 2024 bisa turun hingga 14 persen, seperti target nasional.
Menurut Edi, persoalan stunting bukan hanya permasalahan yang dihadapi orangtua, tetapi menjadi tugas bersama, antara pemerintah daerah dan pihak swasta.
Sebab, dampak stunting dapat berdampak pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Bahkan, 1.000 hari pertama kehidupan pun menjadi salah satu komponen penting untuk mencegah stunting.
“Kades/lurah harus tahu kalau ada warganya yang hamil. Kalau sehat tidak masalah, yang nggak sehat ini harus cepat dapat penanganan,” tuturnya. (adv/diskominfokukar/stg/kn3/rhi)
adminKN